“Maksudmu kau..” Tok.. tok.. tok.. “Nyonya saya membawa makanan yang nyonya pinta,” suara dari depan pintu membuat fokus Nayra hilang untuk mempertanyakannya lebih lanjut. “Ya masuk..” sahut Nayra sudah berdiri dari duduknya. Pelayan itu dengan sopan memberikan nampan berisi makanan pada Nayra, “Terima kasih ya,” ucap Nayra dengan memberikan senyuman. “Ini..” Nayra memberikan nampan itu pada Afnan. Afnan menaikkan sebelah alisnya, “Kau menyuruh diriku makan sendiri,” Afnan mengatakannya dengan menunjuk dirinya sendiri. “Iya kau kan masih sangat mampu untuk makan sendiri,” balas Nayra yang membuat Afnan ingin sekali marah-marah sekarang. “Kau ini tidak ada perhatiannya sama sekali ya.. suapi aku, kau tidak lihat aku ini sedang lemas,” omel Afnan. Melihat Afnan yang sudah bisa marah

