44. JANGAN SENTUH AKU

1140 Kata

“Jangan sentuh aku!” Zee berteriak lalu membuka matanya! Napasnya memburu bersamaan dengan keringat sebesar biji jagung. Beberapa menit kemudian, air matanya jatuh. Saat ia mendengar langkah kaki di luar kamar rawatnya, ketakutan mendera apalagi kamar VIP yang ia tempati mirip sekali seperti kamar vila di mana ia dinodai. Ketakutan mendera. Lantas Zee menggelengkan kepalanya lalu menarik rambutnya kuat. “Akh! Aaaa …!” Bukan hanya menarik rambutnya, Zee juga memukul-mukul kepalanya seraya menangis. Bayangan ia dijamah oleh Elvan terlintas bagai rol film hitam putih. “Jangan sentuh aku!” teriaknya seraya melempar bantal dan selimut ke sembarang arah. Padahal di dalam sana tidak ada siapa pun selain dirinya sendiri. Karena rasa takut yang semakin mendalam, Zee berhalusinasi seperti ada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN