"Terluka tanpa berdarah! Bernanah tanpa membusuk!" (SAVE ME, MR. COLD) *** Krek Elvan membuka pintu kamar rawat itu dan masuk ke dalam mendekat pada Aldan. "Aldan!" Lelaki yang sedang memegang tangan Kanaya itu menoleh kepada Elvan. Keningnya mengertu bersamaan dengan kelopak matanya yang menyipit. "Siapa?" tanya Aldan. "Lo gak ingat sama gue?" Elvan semakin mendekat. Aldan berpikir sejenak. Ah, ia ingat siapa lelaki itu. Wajah itu mirip seperti lelaki yang mengirim pesan kepada Zee saat mereka di taksi. "Lo yang ngirim pesan ke Zee." Elvan tertawa. "Dugaan gue benar. Ternyata emang lo yang balas pesan itu. Ah, gue lupa, Zee mengatakannya pada gue tadi ketika gue ke rumah dia." "Maksud lo?" tanya Aldan penasaran. "Apa kurang paham maksud gue? Gue ke rumah Zee saat lo ke ap

