20

2017 Kata

 "Cantik sekali menantu Mama ini. Pantas saja mampu menyebabkan putra Mama begitu sayang dan cintanya besar. Arnawa bahkan rela menyerahkan seluruh hatinya untuk kamu, Nak. Mama rasa pilihan Arna sudah sangat tepat." Ibu Ayu memuji tulus. "Dia sangat beruntung bisa memiliki kamu sebagai istrinya. Mama jadi tidak perlu lagi mencemaskan Arnawa yang berlebihan. Dia sudah memiliki pendamping sekarang." "Benarkah, Ma? Jadi aku yang beruntung atau Arna? Kayaknya kami berdua sudah direstui Yang Maha Kuasa untuk bersama." Sraya terkekeh pelan mendengar untaian kalimat demi kalimat yang dilontarkan oleh Ibu Ayu. "Makasih, ya Mama. Aku sempat nggak yakin akan tampil cantik malam ini. Tapi, karena Mama sudah bilang aku cantik. Aku nggak harus merasa malu atau kurang percaya diri. Mensyukuri apa ad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN