“Praya!” Aku berteriak panik dari dalam kamar mandi. Sejak semalam perutku terasa tidak nyaman. Semula aku berpikir perasaan tersebut dapat diabaikan sampai akhirnya pagi ini aku duduk di toilet dan mendapati bercak darah yang menempel di celana dalamku. Sewaktu menunduk, aku juga bisa melihat air di dalam bowl toilet berubah warna menjadi merah. Tak sampai 10 detik Praya sudah berdiri di ambang pintu toilet. Wajahnya terlihat panik, sedangkan 3 kancing teratas kemejanya masih terbuka—pertanda bahwa Praya belum sempat mengancingkannya selama bersiap ke kantor. “Ada apa?” tanya Praya cepat. Aku yakin hampir menangis saat menjawab, “Aku perdarahan.” Praya sama terkejutnya dengan aku. Walaupun demikian, Praya masih memiliki akal sehat untuk tidak panik. Dengan cekatan dia membantuku berd

