Author POV Praya ingat dia memiliki seorang kenalan yang bekerja sebagai spesialis genetika yang bekerja di Badan Riset dan Inovasi Nasional. Tidak dapat dipungkiri kalau percakapannya dengan Dharisha tempo hari masih menjadi hantu yang mengusik Praya. Lelaki itu bahkan tidak bisa lagi menyentuh Asmira tanpa perasaan jijik dan bersalah. Padahal belum tentu dugaan Dharisa terbukti benar. Perlu Praya akui bahwa ucapan Dharisha membuatnya goyah. Asmira juga sepertinya mulai menyadari adanya perubahan sikap dari Praya. Lambat laun rumah tangga mereka terasa dingin. Praya tentu tidak bisa menceritakan perasaannya kepada siapapun. Terlebih lagi jika sampai ada dari anggota keluarganya yang tahu. Bisa-bisa mereka segera memintanya untuk bercerai. Karena itu pula Praya membulatkan tekadnya unt

