Praya berubah. Suamiku masih ada di rumah, masih menatapku, masih berbicara denganku, akan tetapi kusadari ada sesuatu di matanya yang berbeda kali ini. Dingin. Jarak itu terasa, meskipun dia duduk tepat di samping tubuhku. Kadang juga aku merasa dia menatapku lebih lama dari biasanya, namun tatapan itu seperti memeriksa, bukan memuja seperti dulu. Seperti hari ini. Praya memang berjanji untuk mengantarku melakukan USG pertama sejak aku menunjukkan test pack ke padanya. Lelaki ini bahkan rela bolak-balik kantor untuk pengisi presensi terlebih dahulu sebelum kembali ke rumah demi menjemputku. Praya juga tanpa diminta menjadi pihak yang mengemudi membawa mobil kami ke arah RS. Hanya saja, tak ada lagi percakapan hangat yang dulu. Kalau pun Praya mengajakku bicara duluan rasanya beda. Se

