Author POV Praya berdiri di samping brankar Ayesha. Matanya menatap tubuh Ayesha yang terbaring tak bergerak di bawah selimut tipis. Sebuah mesin terpasang di samping ranjang saudara iparnya dan mengeluarkan suara monoton yang semakin menambah kesunyian dalam ruang perawatan itu. Dentingan jam dinding di ujung ruang terasa lebih keras dari biasanya, seperti menghitung detik yang terus berlalu tanpa perubahan. Praya tak bisa menahan tatapannya yang kosong, menelusuri wajah Ayesha yang terlelap, memandanginya seolah mencari sesuatu yang bisa menghubungkannya dengan pernyataan Dharisha. “Kamu bilang, Ayesha menggerakan jari untuk pertama kalinya ketika kamu mengajaknya bicara?” Dharisha berdiri di samping Praya ikut memandangi Ayesha dengan tatapan penuh kekhawatiran. “Saat aku datang men

