Sekitar 10 tahun yang lalu aku dan Nabastala bertetangga di mana rumah kami hanya dipisahkan oleh pagar rendah. Sama halnya seperti keluargaku, keluarga Nabastala juga miskin. Bedanya ayahku masih mengambil peran sebagai tulang punggung keluarga, sedangkan ayahnya Nabastala sebaliknya. Bisa dibilang Nabastala lahir dari keluarga yang jauh lebih kacau daripadaku. “Anjing! Dasar go-blok!” Untuk kesekian kalinya aku dapat mendengar suara makian kasar dari arah rumah Nabastala. Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam ketika aku memaksakan diri untuk melangkah keluar menuju rumah Nabastala. Kami tinggal di pemukiman padat penduduk, walaupun demikian kebanyakan orang tak peduli dengan tragedi yang menimpa keluarga Nabastala. Setiap kali Nabastala atau ibunya dipukuli tak ada yang berani mence

