Chapter 10

837 Kata

Part 10 Malam Meresahkan Tiara dan Bari kini sudah berbaring di ranjang yang sama, tetapi keduanya belum terlelap. Lebih tepatnya mereka tidak bisa terlelap. Bari sibuk mendengar debar jantung Tiara yang tertangkap indera pendengarannya, begitu pula sebaliknya. Suara detak jantung Bari terdengar sangat nyaring ke telinganya. Berbaring bak patung, sama-sama menatap langit kamar yang gelap karena saat ini hanya lampu tidur yang menerangi kamar. “Maaf, tadi saya lupa. Ada syarat satu lagi,” cicit Bari sambil menoleh ke samping kanan. Tiara yang cukup kaget dengan ucapan suami jadi-jadiannya itu, ikut menoleh dan menatap Bari dengan perasaan ingin tahu. “Apa?” tanyanya heran. “Saat tidur malam, sebaiknya kita berpelu—” “Maaf, ya? Syarat kamu itu terlalu banyak. Kita batalkan saja rencan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN