Chapter 9

826 Kata

Part 9 Perjanjian Tiara bangun dari atas tubuh Bari dengan susah payah. Walaupun ia memperlihatkan wajah masamnya, tetapi rona kemerahan di pipinya tidak bisa ditutupi, bahkan menjalar hingga ke daun telinga. Setelah berdiri dengan tegak, Tiara berjalan cepat masuk ke dalam kamar. Bari yang belum tersadar dari rasa terkejutnya, masih berbaring di atas lantai dengan detak jantung yang tidak beraturan. Masih dalam keadaan berbaring ia meraba bibirnya yang baru menempel dengan bibir Tiara. Garis bibirnya pun naik ke atas dengan keadaan hati yang membuncah senang. “Tiara, setelah ini tidak akan aku biarkan kamu jatuh pada lelaki lain,” gumam Bari sambil meletakkan tangan di dadanya. Bagaimana dengan Tiara? Wanita itu sibuk mencuci mulutnya, lalu menyikat bibirnya dengan sikat gigi. Ia be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN