Tata seketika menahan napasnya
Ibu jari Brian mulai mengelus bibir kenyal Tata yang menggoda membuat Tata langsung memejamkan matanya saat Brian semakin mengikis jarak antara mereka dan
Cup
Kok gue enggak ngerasa ada apa gitu yang nempel ke bibir gue batin Tata.
Perlahan Tata membuka matanya dia melihat Brian dengan senyum seakan mengejek ternyata dia hanya membersihkan sisa saus yang ada di bibir Tata dan menjilatnya bekas saus yang menempel d ibu jari Brian.
Sialan dia ngerjain gue batin Tata merasa kesal.
Tata pun berdiri dan hendak meninggalkan pantry tempat mereka makan.
"hei mau kemana.?" tanya Brian.
Namun Tata tidak menghiraukan perkataan Brian dia terus berjalan menjauh dari Brian, ada rasa kecewa dalam hati Tata, Tata pun tidak tahu kenapa dia harus merasa seperti itu, harusnya dia senang Brian tidak melakukan apapun terhadapnya, namun hati Tata berkata lain hatinya menginginkan lebih dari sekedar yang tadi Brian Lakukan, Tata terus berjalan hendak menaiki anak tangga Namun langkahnya terhenti saat Brian mencekal tangannya.
"kenapa.?" tanya Brian lembut.
Tata hanya memutar bola matanya tanpa berkata apapun.
"Aku rasa kau kecewa." ucap Brian menggoda.
"Kecewa dalam hal ?" tanya Tata yang sebenarnya tahu apa maksud perkataan Brian.
"Kecewa bahwa aku tidak menyentuh bibir manis mu itu." ucap Brian sambil tersenyum.
"Hei Anda salah besar, apa yang Anda pikirkan salah, saya cuma hmmmptt....."
Sebelum Tata menyelesaikan perkataannya Brian terlebih dahulu membungkam bibir Tata dengan ciuman lembutnya.
Perlahan dilumatnya bibir Tata yang lembut yang membuat candu bagi Brian, lidahnya terus menyapu semua bagian bibir Tata namun Tata tidak kunjung membuka mulutnya, Tata hanya diam menikmati lumatan demi lumatan yang Brian berikan.
Aku rasa dia tidak berpengalaman batin Brian
Tangan Brian yang semula diam sekarang mulai memper erat pelukannya di pinggang Tata, tangan satunya menekan tengkuk Tata untuk memperdalam ciumannya akhirnya Tata memberi celah untuk lidah Brian masuk.
Brian pun tak tinggal diam lidahnya langsung masuk mengabsen deretan gigi Tata dan bermain dengan lidah Tata yang lembut.
Tata merasakan ribuan kupu kupu keluar dari dalam perutnya, ada sensasi panas yang Tata rasakan, Tata mencengkeram bahu Brian yang bidang.
Tata memukul d**a Brian karena Tata mulai kehabisan oksigen, Brian pun menyudahi aksinya keduanya sama-sama menghirup oksigen dengan terengah-engah.
Brian mendekatkan keningnya dengan kening Tata dan mengusap bibir Tata yang basah akibat ulahnya, di lihatnya wajah Tata yang sudah merah padam menahan malu.
Dikecupnya bibir Tata sekali lagi hanya kecupan tanpa lumatan..
"you're mine." ucap Brian dengan suara seraknya.
Tata mendongak dan melihat mata Brian.
Perlahan Tata pun mengangguk.
................
Cahaya matahari mulai masuk ke dalam kamar yang di tempati Tata, Tata pun merasa terganggu dan mulai mengerjapkan matanya.
"Uhh jam berapa ini." ucap Tata.
Dilihatnya jam dinding sontak membuat Tata terkejut dan terduduk.
"Jam sembilan." teriak Tata.
"gimana nih telat dong gue, duh mandi-mandi." ucap Tata sambil berlari ke kamar mandi namun sebelum Tata sempat masuk tiba-tiba ponselnya berdering.
Tata pun berbalik dan mengambil ponselnya.
"Duh no siapa nih enggak ada namanya." ucap Tata
"hallo." ucap Tata.
"hallo Tata"
"Siapa ya.?" tanya Tata.
"gue Stefan."
Stefan, dari mana dia dapet no gue batin Tata
"ouh iya ada apa Stefan?" tanya Tata.
"Mobil lo yang kemarin di bengkel katanya udah beres, mau gue anterin buat ngambilnya." ucap Stefan.
"Ouh ya, ya udah dah dulu ya gue buru-buru udah telat nih." ucap Tata hendak mematikan teleponnya namun Stefan masih berbicara di seberang sana.
"buru-buru kemana? mau di jemput sekarang.?" tanya Stefan.
"sekolah dong, ini sudah jam berapa coba, emang lo enggak sekolah.?" tanya Tata heran.
"Ta sekarang itu hari minggu." ucap Stefan yang sontak membuat Tata menutup mulutnya tidak percaya.
"Ouh ya serius.?" Tanya Tata memastikan sambil menghembuskan nafasnya.
"untung deh" Lanjutnya lega.
"mau dijemput dimana.?rumah yang kemarin." tanya Stefan.
"Iya boleh." jawab Tata.
"Ya sudah, Satu jam lagi gue jemput."
"oke by."
Setelah telepon terputus Tata kembali ke kamar mandi hendak membersihkan diri.
.............
Tata menuruni anak tangga dengan pakaian tangtop putih dan hot pant nya, ya cuman ini yang ada di lemari kamar itu, entah kamar siapa yang Tata tempati semalam, Tata lupa menanyakannya kepada Brian, gara-gara kejadian semalam membuat semua yang ada dipikirkan Tata lenyap seketika.
Ngomong-ngomong mengingat kejadian semalam membuat jantung Tata berdegup kencang.
Deg deg
Duh ni jantung selalu kayak gini kalau menyangkut masalah Brian, mudah mudahan Brian belum bangun dan gue bisa langsung pulang, enggak sanggup rasanya kalau gue harus ketemu dia sekarang batin Tata.
Setelah sampai di bawah, Tata terkejut sampai menutup mulutnya, tubuhnya seketika membeku melihat sesuatu yang ada di depannya.