Merepotkan

938 Kata
Setelah sampai di bawah, Tata terkejut sampai menutup mulutnya, tubuhnya seketika membeku melihat sesuatu yang ada di depannya. "Ouh god lucu sekali," ucap Tata sambil mendekat ke arah hewan berbulu yang sedang duduk di atas sofa ruang tengah, Anjing itu adalah Roxy, Hewan peliharaan Brian. Di elusnya hewan berbulu itu, Roxy pun merasa senang dengan elusan Tata sampai beberapakali menjilati wajah gadis cantik yang tiba tiba ada di rumah atuannya itu, sampai terdengar suara langkah kaki semakin mendekat ke arah Tata. "mau kemana.? Aku kira kau belum bangun," tanya Brian membuat tubuh Tata membeku. Tata berbalik ke arah Brian. "pagi" sapa Tata menghilangkan rasa gugupnya. Namun Brian tidak menjawab, ditatapnya lekat-lekat Tata dari ujung kaki sampai ujung rambut. "kau mau kemana dengan baju seperti itu.?" tanya Brian dingin. Tata melihat penampilan nya sendiri, menurut Tata tidak ada yang salah dengan penampilannya. Ya selama ini gaya Fashion Tata memang sedikit lebih terbuka dan itu nyaman menurut Tata. "aku akan mengambil mobil ke bengkel dan langsung pulang ke rumah," jawab Tata. "mau aku temani.?" tawar Brian. "tidak perlu, sebentar lagi Stefan akan menjemputku, oh iya waktu aku pertama ke rumah ini aku membawa jaket dan ketinggalan disini, jaketnya ada disini kan.?"Tanya Tata mengabaikan tatapan tajam yang di tujukan Brisn padanya. "Ya ada di atas," jawab Brian datar. Tata pun kembali ke lantai dua mengambil jaket Stefan yang waktu itu dia pinjam, setelah itu Tata turun kembali dengan jaket ditangannya. "kenapa jaketnya tidak kau kenakan, lebih baik kau pakai karena bajumu sedikit terbuka." ucap Brian. "Oh ini jaketnya mau aku kembalikan pada Stefan, ini jaket miliknya." jelas Tata. Stefan siapa pria itu, sepertinya dia cukup dekat dengan Tata batin Brian. "siapa Stefan?" tanya Brian penasaran. "teman sekolah," jawab Tata. Namun setelah itu Brian mendekat ke arah Tata tanpa basa-basi di raihnya tengkuk Tata dan langsung melumat bibir Tata lidahnya terus bermain di sekitar bibir Tata, Tata yang terkejut hanya bisa diam membeku tapi lama kelamaan ciuman Brian semakin kasar Tata pun meringis dan mendorong tubuh Brian untuk menjauh. Setelah bibir mereka benar-benar terlepas Brian melingkarkan tangannya di pinggang Tata "aku tidak suka kau berdekatan dengan pria selain aku, apalagi dengan penampilanmu yang terbuka seperti ini, aku tidak rela pria mana pun melihat tubuhmu ini." bisik Brian di telinga Tata yang sontak membuat Tata merinding. "kau paham, mulai hari ini kau adalah milikku, you're mine." lanjut Brian lembut. Wajah Tata memerah ya tidak di pungkiri bahwasanya Tata pun menyukai Brian, perlahan Tata pun mengangguk tanda mengerti, bahwa pria yang mendekapnya sekarang adalah kekasihnya, kekasih yang posesif menurut Tata. Brian kembali mendekatkan bibirnya dengan bibir Tata namun sekarang dengan perlahan dan lembut, Brian meraih tengkuk Tata untuk memperdalam ciumannya. dilumatnya bibir Tata perlahan, Tata pun akhirnya membalas, mereka saling melumat dan menikmati bibir masing-masing, lidah Brian mulai memasuki mulut Tata mengabsen gigi rapi Tata dan bermain dengan lidahnya. sedangkan tangan Brian yang satunya mulai memasuki tangtop putih Tata, dirabanya punggung Tata yang terasa halus dan lembut tangannya terus bermain sekitar punggung Tata dan berpindah ke daerah perut, perlahan usapan lembut Brian naik ke atas ke daerah sensitif  Tata, di rabanya perlahan dan menyentuhnya dengan lembut Tata pun sempat melenguh. Shit kalau seperti ini aku tidak akan bisa berhenti batin Brian. Brian pun menyudahi aksinya dan ciumannya terhadap Tata, di peluknya tubuh mungil Tata. "Aku tidak bisa jamin bisa berhenti kalau semakin lama kita melakukannya." ucap Brian sambil mengecup puncak kepala Tata.. Tata pun mendekap tubuh kekar Brian dan menenggelamkan wajahnya di d**a bidang Brian yang beraroma maskulin... Pelukan mereka berakhir setelah terdengar bunyi klakson dari luar rumah. Tittt tiittt Itu pasti Stefan batin Tata Tata pun mendongak melihat kearah Brian. "Itu pasti Stefan." ucap Tata. "biar aku saja yang melihatnya." jawab Brian, Brian hendak pergi namun tangannya di cekal Tata. "Tidak, biar aku saja yang melihat Stefan," ucap Tata. "dengan pakaian seperti ini.?" ucap Brian, dia tidak suka kalau ada pria lain yang memperhatikan tubuh Tata. "Memang kenapa dengan pakaianku..?" tanya Tata sedikit kesal dan berlalu meninggalkan Brian. Brian membuang nafas pasrah, ternyata gadis kecilnya ini sedikit keras kepala. ................ "Hai Stef" sapa Tata. "hai, kita berangkat sekarang.?" tanya Stefan sambil tersenyum ke arah Tata. "Oh iya ini jaket yang waktu itu gue pinjam." ucap Tata sambil memberikan jaket kepada Stefan. "Tanks ya." ucap Tata kembali. "Ayo kita berangkat.!" ajak Stefan. Namun sebelum Tata menjawab keluarlah Brian dari dalam rumah "Tata pergi bersamaku, sebaiknya kau segera pulang dan terima kasih sudah membantu Tata kemarin." ucap Brian tegas dan datar sambil menarik pinggang Tata mendekat ke arahnya. Tata pun sempat terkejut dan risi di perlakukan seperti itu oleh Brian, Tata ingin berontak namun Brian semakin mengeratkan pelukannya di pinggang Tata. Stefan yang melihat kedatangan dan perlakuan Brian terhadapnya sedikit bingung Siapa tuh Om-Om batin Stefan Oh mungkin om nya Tata kemarin bilang ini rumah Om nya   "Siang om." sapa Stefan. "Apa, Om kau kira aku setua itu harus d panggil Om" ucap Brian sedikit kesal. Tata yang mendengar ucapan Stefan berusaha menahan tawanya agar tidak lepas. Brian yang mengetahui itu berbisik ke arah telinga Tata dengan nada menggoda "kelihatannya kau senang honey aku di panggil Om-Om." ucap Brian di dekat telinga Tata yang membuat Tata merinding. "Oh maaf kak, saya sudah janji mau menjemput Tata." ucap Stefan. "tidak usah, Tata pergi bersamaku " ucap Brian. Stefan pun melirik ke arah Tata minta penjelasannya. "Emzz Stefan maaf ya udah buat lo repot." cicit Tata sedikit tidak tega. Stefan pun mengerti maksud Tata. "Ya sudah gue balik ya, sampai ketemu besok." ucap Stefan tersenyum manis ke arah Tata. "Ya, maaf ya dan terima kasih jaket nya." jawab Tata. Stefan pun langsung pergi meninggalkan kediaman Brian.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN