Sambil berkacak pinggang, Retno menghampiri Bayu. Di samping pria itu ada Bapak Kepala Desa, alias Ayah dari gadis yang Bayu cintai. Lalu di belakang mereka, beberapa antek-antek bertubuh lumayan kekar turut mengikuti. "Bagus kita bertemu di sini! Jadi ... tidak perlu repot-repot aku datang ke gubug reot milikmu itu!" tegas Retno. "Kurang ajar!" Rani geram mendengar rumahnya malah di sebut gubug reot oleh Retno. Tapi baru satu langkah gadis itu maju, Bayu menahannya dengan cara menggenggam tangan Rani kuat-kuat. Rani kemudian menoleh, menatap ke arah Bayu. Menyiratkan sebuah pertanyaan seperti, "Kenapa sih malah di tahan? Orang itu sudah kurang ajar loh!" Tapi kemudian Bayu menggelengkan kepalanya dengan pelan. "Cihhh ... Ndak usah kau tahan-tahan kekesalan gadis itu, Bayu. Aku tahu,

