"Orang-orang di atas angin?" gumam Bayu kemudian. Rasa-rasanya Bayu memang tidak asing dengan kelompok yang berjulukan dengan orang-orang di atas angin. Akan tetapi, ia agak kesulitan untuk mengingat siapa pimpinan dari kelompok tersebut. Retno kembali menghampiri Bayu dan antek-anteknya yang berhenti membuat keributan. Sembari berkacak pinggang, mengangkat tangan dan menunjuk-nunjuk ke arah semua orang, pria itu mulai berteriak. Menyuarakan aspirasi dan pertanyaan perihal apa yang terjadi dan membuat mereka berhenti. "Apa ini, huh? Aku meminta kalian untuk menghajar b*****h ini!" keluh Retno dengan tegas. "Dan juga gadis kurang ajar itu!" tambah Retno sembari melirik pada Rani dengan sinis. Ada kobaran api kemarahan yang tergambar jelas pada sepasang matanya. "Siapa yang kau panggi

