Tidak mudah menganggap perkataan itu tanpa arti, Xander bukan merasa bangga atas pernyataan bahwa masih ada benih cinta di antara mereka. Walau tidak memungkiri memang itu tertera di hati. Namun, dia tidak ingin mempunyai pengalaman buruk dengan perceraian. Xander tetap mempertahankan rumah tangganya bersama Gisha. Setelah mendapat ciuman, Xander justru mendorong lebih keras Adhisti hingga debum ke dinding terdengar. "Jangan banyak tingkah kamu, Adhisti! Kalau sampai aku tau kamu berbuat ulah lagi, maka tanganku ini yang akan mematahkan lehermu! Paham?!" Tatapan itu tidak biasa, mengakibatkan Adhisti diam tanpa melawan. Walau begitu, dia tetap menyunggingkan senyuman. "Terima kasih, Mas." Merasa waktu sudah habis sia-sia, dan Xander teringat akan anaknya yang menunggu di wahana. Akhirny

