Pertanyaan yang seketika membuka batin Gisha, dia terdiam ketika ingat akan Ibel. Gadis kecil itu, Gisha telah mengelabui nya saat sedang bersenang-senang. "Ibel kan sekolah, aku enggak bisa bawa dia. Lagian juga aku cuma pergi sebentar." "Semalam dia nangis," Xander tertunduk. "Merasa kehilangan iya, juga… Sedih karena rindu Ibunya." "Aku cuma orang lain." balas Gisha lemah. Xander menarik napas dalam-dalam. "Kamu udah seperti Ibunya, dia anggap begitu. Bukan aku, atau siapa pun yang bikin Ibel demikian. Tapi, hatinya." Layaknya kasih sayang murni, Gisha tahu akan hal itu ada di diri Ibel bahkan dia sendiri sudah menganggap anak kecil itu darah dagingnya. Namun, kali ini Gadis tidak ingin tampak lemah. Sudah terlalu lama, dia merasa lelah. "Bilang, aku pasti pulang. Enggak lama kok, m

