95. Kebebasan Dimulai

2004 Kata

Hilang semua harapan dan menyisakan rasa tidak mungkin jika hari ini mereka akan kembali seperti biasa. Xander menatap ke lain arah ketika pernyataan Gisha sangat menguji, dia tidak menyalahkan apa yang telah dipilih istrinya walau ini tidak dibenarkan dalam pikiran Xander. "Ya udah, kalau itu mau kamu." Xander berjalan mendekati meja kerja, dia sempat melirik kue di piring dan mendadak kehilangan selera. Gisha tahu ini tidak mudah, dia menatap lagi sikap dari punggung lebar tampak merendah. Ketika berjalan, Xander seperti sedang memikul beban di sana. Tetapi, Gisha harus melakukan ini. Bukan semata dia diperintah, karena dia ingin tegas. "Aku keluar dulu, mau… Tengok anak-anak." ucap Gisha membalikkan badan. "Ya, terserah! Kamu mau apa, itu terserah kamu Gisha!" Jawaban Xander memang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN