Suasana panti asuhan tampak ramai saat semua anak-anak berkumpul bersama dan menikmati makanan yang telah Juna pesan sebelumnya. Diambang pintu, Jihan tampak senang melihat senyum bahagia yang terpancar dari adik-adiknya itu. Hingga tanpa sadar, telaga bening yang telah terbendung menetes begitu saja membasahi pipi. Dari arah belakang, Yuna datang lalu mengusap bahu Jihan. Perempuan itu menoleh sambil mengulas senyum haru. "Jihan senang bisa melihat mereka tersenyum bahagia seperti ini," ujarnya. "Iya, Sayang. Bunda juga senang," balas Yuna penuh ketulusan. "Kamu beruntung bisa mendapatkan suami seperti Juna. Semoga secepatnya kalian diberi momongan ya, Nak." Jihan menoleh menatap ke arah Juna yang sedang duduk bergabung dengan anak-anak panti. Nyaman sekali rasanya Jihan memandang. Ju

