Aku Dan Kamu

1638 Kata

“Terus kapan Mas Juna juga bisa cinta sama Jihan? Capek tahu, hanya mencintai sebelah pihak.” Juna bungkam. Tidak tahu harus menjawab apa. Perasaannya pada Jihan masih abu-abu. Mungkin memang sudah ada kemajuan, ia akui kalau dirinya sayang pada Jihan. Tapi cinta? Entahlah, sudah terlalu lama Juna tak mencintai seorang perempuan semenjak kepergian Clarisa. Mendapati keterdiaman suaminya, Jihan sudah dapat menebak kalau sampai sekarang ia belum bisa mendapatkan hati Juna. Tapi tak apa, masih ada hari-hari selanjutnya yang akan menemani usaha Jihan untuk membuat Juna jatuh cinta kepadanya. Jihan mengulas senyum. Tangannya mendarat di kedua pundak Juna. “Kalo emang belum, gak apa-apa kok, Mas. Asal kita selalu begini, Jihan sudah senang.” “Maksudnya?” “Iya. Karena sikap Mas Juna yang sud

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN