Part 23

1902 Kata

Dira keluar dari ruangan Ari, tubuhnya rasanya lemas bak tak bertulang sama sekali. Ia sampai berpegang pada meja kerjanya, untuk menopang tubuhnya. Malu tak bisa ia tahan lagi. Dira tak sanggup jika bertemu dengan Ardi. Apalagi jika mengingat kata-katanya yang menggoda bak perempuan murahan sedang merayu pelanggannya. Astaga, malang sekali nasib Dira hari ini. "Bodoh! Bodoh!" ucap Dira pada dirinya sendiri, ia menepuk-nepuk pipinya saat sudah berhasil duduk di kursi kerjanya. "Bagaimana ini? Bagaimana ini?" gumamnya berkali-kali, ia takut dipecat. Jika ia kehilangan pekerjaannya, bisa hancur harapnya untuk menggapai Ari kembali. Dira harus memutar otaknya agar Ardi tak marah, tapi saat ini ia kesulitan untuk mencari cara. Pikirannya benar-benar buntu. Kejadian ia memeluk Ardi terngiang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN