Part 22

1208 Kata

Dira mengawali paginya dengan senyum mengembang, tak lupa ia mengirimkan pesan kepada Sita. Ia telah melancarkan rencana mereka, menjadikan Rista yang lemah menjadi target baru untuk meruntuhkan kokohnya tembok pertahanan rumah tangga Rista dan Ari. "Ah, senang sekali rasanya," kata Dira, ia merentangkan tangannya ke atas. Meregangkan otot-ototnya setelah tidur semalaman. Ia menghirup oksigen sebanyak mungkin, dadanya mengembang. Rasa senang begitu membuncah, cepat ia turun dari ranjang. Tak sabar rasanya melihat wajah Rista yang seharian pasti akan muram, ia tahu Rista adalah wanita cengeng yang begitu rapuh jika dikatai mandul. Untung saja ia sudah tahu kelemahan Rista. Bibir Dira tak hentinya bersenandung, wajah sembab Rista membayang di pelupuk matanya. "Wanita mandul tak berguna,"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN