"Yang mana rumahmu?" tanya Ardi, mobil yang ia dan Dira tumpangi telah sampai di alamat yang Dira sebutkan tadi. "Ke depan, belom kiri. Rumah berwarna putih," jawab Dira, ia sibuk menyeka air matanya dengan sapu tangan milik Ardi. Mereka baru saja membahas tentang masa lalu Dira, wanita itu menangis ketika mengingat masa-masa kelamnya. Dira sangat senang saat Ardi mulai terpancing, lelaki itu tampak iba. Dira tertawa dalam hatinya. "Sampai." Ardi menghentikan mobilnya, ia menatap Dira yang duduk di sampingnya mata wanita itu memerah. "Sudah, tak perlu kau pikirkan lagi lelaki b******k seperti itu." Tangan suami Sita itu terulur mengusap puncak kepala Dira dengan lembut, ia juga menatap dalam Dira yang terdiam. Kepala Dira tampak mengangguk, ia bahkan sempat terkejut saat Ardi mencondo

