BAB 14 “APAAA?” Pekiknya kaget. Ara yang membaca pesan dari Alfaro menghela nafas kasar, Tidak ada pilihan lagi selain menurut dengan bos liciknya itu. Sebenarnya dia membenci sikap Alfaro terhadap dirinya yang seenak jidat namun mau tidak mau Ara hanya bisa menurut. Setibanya di restoran yang sudah di kirim alamatnya oleh Alfaro, Ara berangkat dengan menggunakan taksi. Tidak ada 10 menit Ara sudah sampai di tempat tujuannya. Ia melihat Alfaro yang masih duduk sendiri di meja dan ia pun menghampirinya. “Saya sudah datang pak.” Ucap Ara ketus “Duduk.” Titah Alfaro Ara hanya mengikuti apa yang di katakan Alfaro. Pelayan pun datang, Ara memesan jus Jambu kesukaannya di tambah camilan nugget. Meskipun ia sebenarnya tidak ingin makan namun ia sendiri lapar karena tidak makan malam de

