BAB 22 Di seberang sana, Alfaro pun sedikit tersentil mendengar penjelasan Ara, ada sesak dan sakit yang dirasanya dalam hati ternyata karena ini Ara membencinya, lalu kenapa berbeda cerita dengan apa yang ia dapatkan dulu tentang Ara? Sepertinya dirinya sendiri harus mencari tau lebih lanjut akar permasalahan ini. Pikir Alfaro. “Dan sejak saat itu, aku berusaha menghubungi Alfaro tapi tidak ada jawaban apapun darinya. Karena Mbak sakit hati akhirnya Mbak mengurung diri di dalam kamar dan menghabiskan waktu dengan membuat novel online. Mbak tidak berfikir jika akan bertemu dengannya lagi padahal semua harapan dan cinta sudah berusaha Mbak hilangkan. Dan semua itu terasa berat dan sangat menyiksa.penuh.” Tambah Ara lagi. Kedua matanya sudah berkca-kaca. Sebisa mungkin dirinya tidak bole

