Semua Kebetulan Yang Direncanakan

1360 Kata

Udara segar bercampur aroma kopi dari dapur membuat Mikayla membuka mata perlahan. Tubuhnya masih sedikit pegal setelah malam panjang yang penuh perasaan campur aduk, tapi pikirannya langsung tertuju pada satu hal: hari ini ia harus kembali ke kantor. Mikayla duduk di tepi ranjang, menatap seragam magang yang sudah ia gantung sejak semalam. Blazer hitam, kemeja putih, dan rok selutut. Siapa pun yang melihatnya pasti mengira ini hari pertama gadis itu bekerja di perusahaan besar, bukan hari pertama kembali ke kantor setelah diam-diam tinggal satu atap dengan presdirnya sendiri. “Kenapa tatapannya serius sekali pagi-pagi?” suara berat Arsenio terdengar dari belakang. Pria itu baru keluar dari kamar mandi dengan handuk di bahu, tubuhnya masih berembun. Senyum tipis di wajahnya membuat jantu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN