Esok harinya. Mata Reynand mengerjap beberapa kali. Menyesuaikan cahaya matahari yang menembus masuk melalui celah-celah jendela ruang rawatnya. Perlahan matanya terbuka sempurna. Ia melihat ke sekelilingnya dan memastikan jika ia tidak berada di kamar apartemennya ataupun kamar di rumah Kanaya. Berarti ia ada di rumah sakit. Dilihat dari tiang infus di atasnya. Lalu matanya menatap ke sofa. Disana Devan nampak tertidur pulas. Melihat kebawah lagi. Kala merasakan ada kehangatan yang menggenggam erat tangannya. Senyumnya seketika terukir kala melihat wajah cantik kekasihnya terlelap disebelahnya. Seraya menggenggam erat telapak tangannya. Reynand mengernyitkan keningnya sesaat setelah menyadari pakaian apa yang dikenakan oleh Kanaya saat ini. Itu adalah piyama semalam yang wanita

