Hana terbangun dari tidurnya karena ada yang mengetuk pintu. Sejenak Hana merasa mendadak lupa ingatan. Ia lupa dimana dia sekarang dan apa yang terjadi pada dirinya. Ketukan pintu sekali lagi menyadarkan Hana. Sedikit demi sedikit ia ingat apa yang terjadi. Hana kemudian mengintip dari lubang kecil di pintu. Yang mengetuk adalah Alan. Hana segera membukanya. “Cepat tutup pintunya,” perintah Alan. Hana dengan cepat menutup pintu. Alan melepaskan mantelnya. Hana mengelilingkan penglihatannya untuk mencari jam. Namun tidak ada jam di tempat itu. “Jam berapa sekarang?” tanya Hana. Alan melihat ponselnya sebentar lalu meletakannya di atas meja. “Jam delapan lewat tiga belas menit,” jawab Alan. Alan kemudian ke wastafel untuk membasuh wajahnya dan ia mengambil gelas lalu mengisinya dengan ai

