Rencana Natalie

1182 Kata
“Oh jadi benar, apa yang ada di kepalaku? Kau sudah pernah menciumnya, tapi tidak mau menciumku. Apakah itu alasanmu sehingga kau tidak mau melakukannya?  Ini sudah di luar dugaanku dan kau ternyata sudah membohongiku. Aku tidak percaya dengan ini semua.” “Nathalie hentikan! Kamu sangat cerewet sekali. Kepalaku pusing!” “Baiklah kalau begitu. Aku berhenti! Selamat tinggal. Dasar laki-laki pembohong, tukang selingkuh.” Sultan masih diam menggelengkan kepalanya menatap Natalie yang tidak pernah bisa berhenti berbicara. Dia mengurut pelipis di antara kedua matanya, karena merasakan pusing yang sangat luar biasa. “Baiklah, aku sudah tahu keinginanmu sebenarnya.” Natalie tiba-tiba terdiam makin menatap Sultan dan mendekatinya hingga jarak mereka sangat dekat. “Kau mendekatiku seperti ini karena menginginkan sesuatu. Dasar wanita genit.” “Hahaha. Iya aku menginginkan sesuatu, dan aku mau kau mengabulkannya. Kalau tidak—” “Kalau tidak apa?” tanya Sultan kesal memotong perkataan Natalie dan menarik tubuh Natalie lalu mendekapnya. “Kau mau mengatakan jika kalau tidakmengikuti keinginanmu,  kau akan berhenti? Mengakulah jika memang itu yang akan kau katakan!” ucapan Sultan membuat Natalie tidak bisa berkutik sama sekali. “Bagaimana bisa aku lemah seketika melihat wajah tampannya itu sangat dekat apalagi jemarinya membelai pipiku lembut sekali. Aku tidak bisa menolaknya. Tapi aku harus melakukan itu karena aku memiliki sebuah rencana. Jika aku tidak melakukannya, bagaimana bisa aku melarikan diri darinya sementara aku harus menemui Roy dan mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.” Jemari Sultan natalie yang membuat lamunannya buyar. “Kau memikirkan apa? Aku tidak pernah mencium siapapun. Namun aku memegang tangannya saat dia bersedih dan menangis. Apakah aku benar jika tidak memperhatikannya? Sementara dia selalu saja membuat aku tertawa.” Natalie menenggelamkan wajahnya di d**a kekar Sultan. Tentu saja dia memendam rasa cemburu yang sangat dalam. Bagaimana bisa telapak tangan Sultan menggenggam erat telapak tangan wanita lain. “Apakah kau memeluknya?” tanya Natalie mulai terasa resah. “Aku tidak pernah memeluk siapapun dalam hidupku. Kecuali kau yang pernah memeluk Roy. Bahkan aku melihatnya.” “Aku mempercayaimu Bos. Tapi kau tetap harus membuatku bebas tanpa pengawal dan pengawasan mu. Aku hanya ingin menenangkan diriku. Bagaimana mungkin hatiku bisa tenang melihat deretan peristiwa yang sangat mengejutkan dalam kehidupanku selama ini saat bertemu denganmu. Aku akan baik-baik saja. Tentu saja aku tidak akan mengulangi perbuatan ku dengan menemui Roy, lalu membahayakan diriku sekali lagi. Itu sangat mengerikan.” Sultan terdiam mendengar semua perkataan Natalie. Wajah kekasihnya itu sangat serius menatapnya dengan semua pernyataan yang dia ucapkan barusan. “Sepertinya kau kali ini bersungguh-sungguh. Tidak mungkin seseorang melakukan kesalahan untuk yang kedua kalinya. Baiklah, aku akan membiarkanmu bebas untuk besok.” “Tidak boleh ada pengawal dan kamera CCTV,” ucap tegas Natalie sekali lagi. Sultan menarik napas panjang berusaha mengatasi ketakutannya. Dia “Aku tidak bisa membiarkan itu Natalie,” jawaban Sultan yang sama sekali tidak memuaskan hati Natalie. “Tuan Muda, kau sudah berjanji kepadaku. Aku ingin bertemu dengan Cantik dan berjalan-jalan. Kami sudah lama tidak saling bertemu gara-gara aku selalu bersamamu.” Natalie segera menarik lengan Sultan karena segera berjalan meninggalkan Natalie yang masih terduduk di sofa. “Aku sangat mengetahui sifatmu Natalie. Kau pasti akan melakukan sesuatu, makanya kau meminta ini,” ucap Sultan menarik tangan Natalie dan memeluknya. Dia mengecup kening Natalie dengan lembut. “Bagaimana aku merayunya?” batin Natalie masih tersenyum. Nathalie terdiam sejenak dan memikirkan cara untuk merayu Sultan agar dia diperbolehkan keluar bersama Cantik hanya berdua tanpa pengawalan ataupun kamera CCTV yang bisa membuat kegiatan yang mereka lakukan akan terlihat jelas. “Aku mau istirahat. Wajahmu itu jangan sok cantik. Dasar wanita perayu.” Sultan melepaskan pelukannya. Kakinya melangkah cepat memasuki kamar. “Aku tidak akan menyerah begitu saja,” gumam Natalie. Dia melangkah cepat, perlahan memeluk tubuh Sultan dari belakang.  Jemarinya mengelus-elus d**a kekar Sultan, yang membuat Tuan Muda akhirnya tersenyum. “Seorang laki-laki akan luluh jika mendapatkan belaian yang sangat lembut, lalu kasih sayang. Aku akan memberikannya malam ini. Dia harus mengabulkan itu semua. Aku harus menemui Roy dan mencari tahu. Ini adalah salah satu cara agar aku bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi,” batin Natalie terus berusaha melakukan rayuan agar Sultan mau mengabulkan permintaannya. “Bos. Aku tidak akan pernah meminta cuti lagi. Ini adalah yang pertama dan terakhir.” Sultan menarik tubuh Natalie yang kini berada di hadapannya. Dia menundukkan kepalanya hingga kening mereka bersatu. “Baiklah. Aku mengizinkan,” jawaban singkat Tuan Muda yang mengejutkan Natalie. Dia tersenyum, semakin mengeratkan pelukannya lalu mengecup pipi kanan kemudian kiri Tuan Muda. “Cuma pipi. Sangat membosankan,” gumam Natalie sedikit kesal sembari melepaskan kedua tangan yang masih memeluk Sultan. Dengan sigap Sultan menahannya. Kecupan di kening dari Tuan Muda membuat Natalie tersenyum bahagia. Mereka saling memandang dengan lembut satu sama lain. “Tapi ingat, jangan pernah genit dengan laki-laki manapun. Aku akan mudah mengetahuinya walaupun kau menyembunyikan sesuatu.” Natalie segera menganggukkan kepalanya dengan tersenyum. *** Hari berganti dengan begitu cepat. Natalie masih saja menutup kedua matanya hingga sinar cahaya matahari kembali menggelitik wajahnya  yang membuat dia terbangun. Seperti biasa Sultan sudah siap dengan jas mahalnya dan terlihat sangat tampan duduk mengamati Natalie yang masih tertidur pulas. “Gadis malas,” ucap Sultan pelan. “Aku melihat seorang pangeran yang sangat tampan. Tapi sayang, batasan itu masih ada.,” balas Natalie kesal masih saja tidak mendapatkan ciuman yang sebenarnya. Sultan sedikit membenarkan jasnya, lalu berdiri menuju ranjang. Jemarinya membelai pipi Natalie lembut. Natalie memejamkan kedua mata menikmati sentuhan jemari Sultan yang sangat mendamaikan hatinya. “Pulanglah sebelum aku datang ke rumah. Ingat, kau tidak boleh mengabaikan perintah dariku.” Natalie mengangguk lalu menerima pelukan Sultan. Dia Melambaikan tangannya sambil mengedipkan salah satu matanya yang menjadi ciri khasnya. “Jangan pernah kau lakukan itu terhadap laki-laki lain,” protes Sultan sambil menunjukkan jarinya tepat di wajah Natalie kemudian dia berlalu dengan Samuel yang sudah menunggunya di depan pintu kamar. Natalie langsung melompat, menuruni ranjangnya dan berlari menuju kamar mandi. “Aku tidak akan berlama-lama di dalam sini walaupun sebenarnya aku sudah lama tidak memanjakan tubuhku di dalam kamar mandi tempat kesukaanku. Setiap bertemu dengan kekasihku yang sangat tampan itu, kehidupanku dan kecantikanku telah berubah. Untung saja aku selalu cantik bagaimanapun kondisinya.” Natalie segera menyalakan air shower, menikmati air hangat untuk menyegarkan tubuhnya. Dia segera mematikan setelah merasa cukup. “Natalie!” Suara cantik yang tiba-tiba membuatnya terperanjat. “Kau anggap aku ini hantu, menatapku seperti itu?” protes Cantik saat melihat Natalie dengan tajam memberikan pelototannya. “Tapi kau memang terlihat seperti itu,” balas Natalie sembari meraih handuk dan segera mengeringkan tubuhnya. Cantik mengikuti ke mana Natalie melangkah. Dia sangat kebingungan saat menerima pesan dari sahabatnya itu tentang rahasia rencana untuk menangkap Roy. “Kau akan mencarinya? Lalu … akan kau apakan si Roy berengsek itu?” tanya Cantik serius. Sementara Natalie masih sibuk memakai kaos dan celana jeans. “Nat! Jawablah!” bentak Cantik keras. Sontak Natalie memegang kedua telinganya. “Berisik sekali sih! Telingaku bisa tuli,” balasnya dengan wajah manyun. “Iya, kita akan mencarinya, dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan lengkap. Sangat, lengkap.”
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN