jam menunjukan pukul 8 pagi, Bulan harus segera bersiap-siap untuk segera berangkat kerja. meski bekerja sebagai pelayan direstoran, Bulan juga memiliki skill dalam bermusik. sudah beberapa lagu berhasil dibuatnya,dan ketika dapat jatah off kerja , waktu yang singkat itu dipergunakan oleh Bulan untuk mengasah skill nya itu dengan mengunjungi studio musik milik sahabatnya yang bernama Melody. studio musik milik melodi itu sudah mencetak pemusik yang piawai dalam bidang nya masing-masing. ada yang dibidang alat musik gitar, piano, bass, drum dan juga olah vokal. melodi sendiri merupakan sarjana lulusan seni musik yang saat ini sedang berkutat dengan keahlian nya mencetak musisi hebat dan ternama.
esok hari kamis, yang mengartikan jika Bulan akan off kerja dan sudah pasti mengunjungi studio musik yang berada tak jauh dari rumah nya itu. setelah sebelumnya gadis itu mencoba mengunjungi makam mendiang ayah nya .
saat dirasa sudah rapi, kini saatnya Bulan memoles wajah nya dengan sedikit sapuan make up supaya terlihat segar. lalu dilanjutkan dengan sarapan yang sudah disediakan oleh Ibunya. restoran tempat nya berkerja memang buka pukul sepuluh pagi, namun Bulan lebih suka datang lebih awal karena itu memudahkan nya untuk bisa cepat dalam rapi-rapi.
sarapan yang berada dimeja makan habis tak tersisa, pun juga dengan segelas teh hangat yang tersaji itu. tidak lupa, Bulan pamit pada Ibunya untuk berangkat bekerja hari ini.
motor beat putih yang selalu menjadi teman setia nya yang menemani kemana pun Bulan pergi telah siap untuk ditunggangi. dan kini saatnya Bulan untuk membelah jalan ibukota yang padat dan selalu ramai itu
kurang lebih setengah jam perjalanan nya menuju restoran tempat nya bekerja, Bulan kemudian absen dan juga segera meletakan tasnya dan mulai merapikan apa yang sudah menjadi rutinitas nya .
"Hai Mba Rena" sapa Bulan pada senior nya itu yang sudah lama bekerja di tempat nya itu.
sapaan Bulan hanya ditanggapi dengan senyuman ramah oleh Mba Rena yang menjadi leader dari tim nya itu.
kaca sudah mengkilap dibuatnya, lantai juga sudah glowing dan tak ada noda hitam. saat santai telah tiba.masih ada sekitar dua puluh menit lagi resto akan dibuka.
waktu itu dipergunakan oleh Bulan untuk bermain ponselnya sebentar.
waktu buka restoran telah tiba, saatnya Bulan untuk bekerja mengahadapi berbagai customer yang beragam jenis nya itu.
dari kejauhan terlihat mobil hitam terparkir dan itu tamu pertama yang akan makan di Kafe Mawar.
tampak lah pria paruh baya dengan tubuh agak tambun dan bergaya perlente. saat menyapa, Bulan seperti tak asing dengan wajahnya itu.dan benar saja, itu bapak-bapak menyebalkan yang beberapa waktu lalu menggodanya.
seketika mood nya langsung berubah, namun Bulan harus bisa mengkondisikan itu dan mencoba untuk profesional.
"Selamat datang di Kafe Mawar!" sapaan Bulan pada Pak Edwar itu
"Iya Bulan terima kasih" sahut pak Edwar yang membuat Bulan menjadi tersipu.
langsung saja , Bulan mengantar menu pada pria genit itu. lalu mencatat apa yang dipesan oleh nya.
"Saya mau pesan seperti kemarin saya datang ya!"
"Maaf pak! tapi saya lupa apa yang bapak pesan!" Bulan berkata jika dirinya lupa dengan apa yang menjadi pesanan pria itu. namun hal yang tak disangka terjadi, tiba-tiba pak Edwar hanya tersenyum genit yang menjijikan serta langsung mengatakan nya dan Bulan mencatat nya di note yang selalu di bawanya itu.
"Oooh iya Bulan! apa Bu Nancy belum datang ya? saya mau ketemu sama beliau?"
sontak Bulan yang sedang mencatat itu terlonjak kaget, mengapa pria itu bisa tau jika owner nya adalah Bu Nancy, dan ada keperluan apa dia mencari Bu Nancy.
"nanti coba saya tanyakan ya Pak! saya permisi dulu mohon ditunggu pesanannya" ucap Bulan sembari bergegas pergi.
mengapa tak terpikir olehnya jika pria kaya seperti pak Edwar bisa mendapatkan apa yang dia mau. karena ada nya uang yang bisa mengakses itu semua. ahhh saat ini Bulan benar-benar tidak ingin bekerja, mood nya terasa habis . entah apa yang akan dilakukan oleh pria itu mencari Bu Nancy.perasaan nya semakin tidak enak.
"woii kenapa bengong gitu Lan?" Rere partner kerja nya mengagetkan Bulan yang melamun
"ngga apa-apa kok Re" Bulan menjawab sembari mengambil nampan yang berada di pojok meja kasir.
"Re, emang nya nanti Bu Nancy mau dateng ya?" tanya Bulan yang penasaran itu.
"kalo itu gue ngga tau Lan!coba lu tanya Mba Rena!" usul Rere saat itu dan kemudia Bulan bergegas pergi mencari Mba Rena yang berada di dalam yang sedang mengurus administrasi Kafe.
"Mba" panggil bulan diambang pintu yang melihat jika Mba Rena sedang sibuk dengan catatan di depan nya
"Iya Lan! ada apa?"
"Mba, emang nanti Bu Nancy mau dateng ya?"
"Iya Lan! tadi Bu Nancy bilang mau ketemuan sama orang"
Deg! jantung Bulan serasa berhenti berdetak. benar saja apa yang menjadi pikiran nya saat ini.semoga tak terjadi hal memalukan nanti. doa bulan dalam hati lalu berlalu pergi meninggalkan ruangan Mba Rena.