Semakin Menggila

456 Kata
ketika makanan yang dipesan oleh pak Edwar telah tersaji, mau tidak mau karena lagi-lagi masalah keprofesionalan, Bulan mengantarkan makanan itu ke meja nya. dengan senyum dan sapaan yang secukupnya Bulan berusaha untuk bersikap santai. saat makanan dan minuman itu telah siap tersaji di hadapan pak Edwar, tangan nya ditahan oleh pria itu dan sontak membuat mata Bulan membulat sempurna. "Maaf pak!! saya tidak nyaman dengan perlakuan bapak ini!!" tegas Bulan dengan nada bicara yang ditekankan. "hehe maaf ya Mba Bulan, saya tak berniat apa-apa hanya kesenggol tadi" elak pak Edwar sungguh membuat nya naik pitam, mendengar itu Bulan langsung melengos pergi tanpa permisi. untungnya suasana kafe masih sepi dan tak menjadi tontonan gratis bagi pengunjung yang hadir. rekan kerja Bulan yang sebenarnya sudah tau apa yang saat ini Bulan rasakan hanya bisa diam . tapi, ada satu rekan kerja nya yang seperti kompor dan terus menerus membuat gosip tak sedap yang mengarah pada Bulan. untung nya beberapa rekan kerja nya itu tak termakan gosip yang tak jelas . tak berapa lama kemudian, datanglah Bu Nancy dan langsung menuju meja pak Edwar. dan membuat Bulan menghampiri bos nya itu dan menawarkan ingin makan atau minum apa. namun, ketika Bulan menghampiri Bu nancy yang baru duduk itu. pak Edwar memandang nya lekat-lekat dan membuat gadis itu menjadi tidak nyaman. "permisi Bu! apa ada yang mau dipesan?" tanya Bulan pada bos nya itu "aku mau segelas orange jus ya sama satu French fries!" dengan segera Bulan berlalu dan mengucapkan permisi pada bos nya itu. sementara itu, pak Edwar yang ternyata sahabat dekat nya Bu nancy saat masih kuliah itu saling bertukar cerita satu sama lain.lalu saat momen yang pas, tak segan-segan pak Edwar meminta kontak Bulan pada Bu Nancy. awalnya Bu Nancy menolak karena itu urusan privacy karyawan nya. tapi, disatu sisi Bu Nancy tau betul bagaimana karakter dari pak Edwar yang harus bisa mendapatkan apa yang dja mau, bahkan tak segan-segan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan nya. akhirnya Bu Nancy menyerah dan memberikan nomor ponsel karyawan nya itu pada pak Edwar. satu persatu pelanggan mulai berdatangan. tampak Bulan dengan cekatan membantu para pelanggan itu untuk bisa memesan makanan dan mengantarkan nya. diam-diam Bulan melihat jika pak Edwar curi-curi pandang kepadanya. sungguh membuat Bulan tidak nyaman. saat selesai mengobrol dengan pak Edwar, Bu Nancy pamit untuk segera kebelakang karena ada hal yang harus dikerjakan nya. ruangan dengan berkas yang tersusun rapi serta bersih itu tempat kerja Bu nancy yang sangat perfeksionis. wanita cantik dan pastinya pintar itu kemudian duduk di kursi kerjanya sembari memikirkan sifat teman lama nya itu yang kadang diluar nalar dan semakin menggila saja. terkadang jika sedang salah jalan , apa yang dilihat seolah benar padahal itu lah yang akan membawa kita ke dalam jurang kesengsaraan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN