Liodra masih terpaku di tempatnya, matanya tak berhenti menatap keindahan alam yang membentang di depan mereka. Napasnya yang tadinya tersengal kini mengalir lebih tenang, diganti oleh senyuman lebar yang seolah tidak bisa hilang dari wajahnya. “Aku … tidak menyangka kita benar-benar sampai di sini,” ucapnya pelan. Angin lembut menerpa wajahnya, membuat rambutnya tergerai sedikit dari ikatan. Dia menoleh ke Alex dengan mata berbinar. “Serius, Alex … ini luar biasa.” Alex yang berdiri beberapa langkah darinya menatap tanpa emosi berlebihan, hanya sedikit menunduk dan menyelipkan kedua tangan ke saku celananya. “Kalau begitu,” katanya datar seperti biasa, “apa kamu sudah puas?” Liodra mendengus kecil, tapi senyumannya tetap lebar. “Belum! Aku mau ambil foto dulu.” Namun, sebelum Alex b

