CHAPTER XLIII | Nyaman

1765 Kata

[Ray Dhanadyaksa] Kini, Meysha sedang berada di punggung gue. Sepertinya dia tertidur. Lebih baik seperti itu, supaya dia bisa beristirahat dengan nyaman. Kendra juga berkali-kali meminta untuk bergantian menggendong Meysha, mungkin karena dia melihat raut wajah gue yang kelelahan. Meysha juga sudah tertidur sejak tiga jam yang lalu. Tapi gue sama sekali tidak masalah. Itu berarti pundak gue bisa memberikan kenyamanan baginya. Eh. "Ray, kayaknya nggak masalah deh, kita biarin Meysha bangun. Biar gantian," ujar Kendra sambil menyusul langkah gue. "Dan gue juga nggak masalah terus gendong Meysha sampai dia bangun." "Tapi...." Adara menahan tangan Kendra. "Ken, udah nggak apa. Gue yakin Ray masih kuat kok." Gue menatap Adara penuh binar terima kasih. "Ya udah, tapi nanti malam, lo ngga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN