CHAPTER XLII | Perhatian

2086 Kata

[Ray Dhanadyaksa] Pada dini hari, gue dan yang lainnya sudah bersiap melanjutkan perjalanan. Fiyar dan Lip pun menyiapkan perbekalan untuk kami. Jadi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan tentang makanan untuk beberapa hari ke depan. Setelah berpamitan kepada Lip, kami berempat ditemani Fiyar berjalan menuju jalan keluar Kampung Damai. Di sana sudah ada Rad, Hax, Kian dan Jeff, menunggu kami. "Bagaimana, nyaman tinggal di rumah Fiyar?" Hax bertanya ramah. "Nyaman banget, Hax. Seru. Apalagi ada Diyar, dia lucu banget," Meysha yang menjawab. Hax membalas terkekeh. Gue tersenyum. "Kalau begitu, kami pamit ya. Terima kasih banyak atas segala kebaikan kalian. Terima kasih banyak Fiyar, telah menjadi tuan rumah yang sangat baik untuk kami." "Sama-sama, senang bisa bertemu dan mengenal kali

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN