[Ray Dhanadyaksa] Kami masih terus berjalan mengikuti lima manusia kerdil ini. Kalau perkiraan gue tidak salah, mereka mengajak kami berjalan ke arah utara. Kami berhenti di sebuah pertigaan jalan. Gue menatap takjub sisi sebelah kiri. Sepertinya ini tempat para manusia kerdil berkumpul satu sama lain. Di sebelah kiri gue terdapat tugu besar yang bertuliskan Kampung Damai. "Ini tempat kami tinggal," kata Rad. Lalu dia melangkah maju memasuki perkampungan itu. Gue dan Kendra ragu-ragu mengikutinya. "Santai saja, keberadaan kalian kami terima dengan senang hati," ujar Hax yang gue lewati. Gue memasuki perkampungan dan langsung disambut dengan aktivitas jual beli para manusia kerdil. Fiyar sedang asik mengenalkan Meysha dan Adara kepada orang yang berada di sekitarnya. Kepalanya menol

