[Ray Dhanadyaksa] Lima manusia kerdil itu mengajak kami berempat mengikuti mereka. Entahlah mau dibawa ke mana kami ini. Yang pasti, mereka tetap mengajak kami jalan ke arah utara. Kendra menggenggam erat pedangnya, berjaga-jaga. Gue juga melakukan hal yang sama. Belum dapat dipastikan dengan jelas, apakah mereka kawan atau lawan. Walau sampai saat ini, tidak ada tingkah mencurigakan yang bisa kami deteksi. Akhirnya mereka berlima berhenti di depan semak belukar. Pemimpin manusia kerdil itu berbalik. "Kita sudah sampai. Sekali lagi untuk memastikan, apakah kalian tadi memanjat tebing dan akhirnya sampai sini?" Gue mengangguk, dan menjulurkan tangan serta mengangkat telapak tangan. Menunjukkan telapak tangan gue yang masih sedikit merah plus lecet. "Ini buktinya." Kendra, Meysha dan Ad

