"Ha.. ha.. ha.. hah," Gendhis tertawa terpaksa dengan tidak ada senyuman. Emran melirik Gendhis dengan heran. "Kenapa tertawa? Apa ada yang lucu?" "Bapak lucu candaannya deh!" "Saya tidak sedang melucu, saya serius!" Mobil sudah masuk ke parkiran kantor, Gendhis lega karena dia ingin cepat pergi dari Emran. Emran memakirkan mobilnya, Gendhis tidak sabar untuk membuka pintu namun sayangnya pintunya dikunci sama Emran hingga Gendhis tidak bisa membukanya. "Pak, tolong bukain kuncinya." "Kita belum selesai ngomong, Dhis." Emran menyerongkan duduknya menghadap Gendhis, Gendhis tetap duduk ke arah lurus ke depan. "Ngomong apa, pak?" "Saya serius bilang saya sedang pedekate dengan Gendhis." Gendhis menghela nafasnya dulu sebelum bicara. "Pak, saya sebenarnya tidak tahu apa maksud ba

