23. Hidup Damai Dan Bahagia

1142 Kata

"Gendhis, tungguuuu !!!" Galih berteriak memanggil Gendhis karena Gendhis sudah berjalan mau ke arah parkiran. Abi dan Riki berjalan bersamanya, Sri sudah dijemput suaminya duluan. Emran berjalan di belakang Galih, dia memperhatikan mereka semua. Gendhis berhenti melangkah, memutar tubuhnya karena Galih memanggilnya. Dia menunggu Galih yang sedang berlari menghampirinya. "Dhis, kami duluan yah," ucap Abi. "Ya, pak!" "Saya kira kamu belum pulang, ternyata sudah duluan," ucap Galih dengan nafas ngos-ngosan. "Ada apa, pak?" Tanya Gendhis. "Ini, saya mau bilang besok saya jadi ke sana ke resto kamu." "Euum, maaf pak. Sepertinya besok saya tidak jadi ke resto, mau ada urusan lain," ini Gendhis sedang berbohong karena ingin menghindari Galih. Emran lewat di sampingnya namun Gendh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN