BAB 1: Sekretaris dan Sang Iblis Berjas
Langkah sepatu hak tinggi Kirana terdengar tergesa menyusuri koridor marmer yang dingin. Tangannya gemetar menggenggam map berisi laporan mingguan. Ini adalah hari pertamanya bekerja langsung di bawah CEO Rayhan Arkana—lelaki yang katanya tak segan memecat siapa pun hanya karena salah ketik satu huruf.
Dan sialnya, ia sudah gugup bahkan sebelum melihat wajah pria itu.
“Masuk,” suara bariton yang dingin dan tegas itu menyambutnya sebelum ia sempat mengetuk pintu.
Dengan napas tertahan, Kirana membuka pintu dan melangkah masuk. Ruangan itu megah, luas, dan nyaris tanpa suara. Seperti istana es.
Dan di balik meja kayu hitam, duduklah pria itu.
Rayhan Arkana.
Tuhan, bahkan foto-foto di majalah bisnis tak bisa menandingi kenyataan. Jas hitam mahal membungkus tubuh tinggi tegapnya, rambut hitam yang disisir rapi, dan mata tajam yang menusuk langsung ke jantung.
"Miss Kirana, bukan?" tanyanya tanpa senyum.
"Y-ya, Pak."
Dia menatap Kirana seolah bisa membaca isi pikirannya yang panik. Lalu ia berdiri, melangkah perlahan ke arahnya. Setiap langkahnya seperti menciptakan tekanan udara yang berbeda.
“Kenapa kau gemetar? Takut padaku?”
Kirana nyaris tak bisa menjawab. Hidungnya menangkap aroma parfum mahal pria itu, campuran musk dan bahaya.
"Aku hanya... gugup," jawabnya jujur.
Tiba-tiba, Rayhan meraih dagunya, membuat Kirana mendongak.
“Bagus. Setidaknya kau tahu tempatmu,” bisiknya, matanya menelusuri wajah Kirana dengan cara yang tak seharusnya dilakukan seorang atasan.
Dan itulah awal dari semuanya.
Rayhan tak hanya mencuri ciuman pertamanya di lift tiga hari kemudian. Ia juga menghancurkan batas profesional, menyeret Kirana ke dalam dunia penuh rahasia, keinginan terlarang, dan cinta yang membakar seperti dosa.