Jordan memberanikan diri mendekat ke arah Arinta yang saat ini masih tampak kacau karena sedang berduka. Rasa iba menggelayuti hati pria itu. Kalau saja tak ada Arga dan keluarga lainnya di sana, sudah pasti Jordan akan memeluk Arinta. Menenangkan wanita yang tengah rapuh itu, namun urung. Jordan memilih menepuk bahu wanita itu. Seperti halnya saat mereka masih kecil, saling menguatkan dengan menepuk bahu yang saat itu sedang bersedih. Setelah prosesi pemakaman, satu per satu orang lain yang melayat ke sana kembali pulang ke rumah masing-masing. Jordan masih setia berada di sana membantu keluarga itu. "Kamu tka pulang?" Tanya Arga yang menghampiri jordan yang saat itu baru saja membantu membereskan beberapa barang. "Gampang. Aku besok berangkat dari sini, kamu beristirahatlah," ucap j

