Jam pulang kerja sudah tiba. Sebelum senja tiba, Arga sudah berada di tengah-tengah keramaian kota. Setelah mendapat penjelasan dari Jordan mengenai istilah itu, entah mengapa perasaan Arga menjadi kacau. Rasanya ada yang bergejolak hebat di dadanya. Hal yang tak biasa yang baru ia ketahui, entah mengapa kini terngiang di telinganya. Sebagai lelaki normal, ia akan bereaksi dengan penjelasan tentang hal itu. Dalam hati sebenarnya Arga bertanya. Apakah benar ia bukan pria normal jika tak terbesit sedikit pun keinginan untuk itu saat berdua dengan Annisa. Apakah karena Annisa tak menarik di matanya, atau hal lainnya? Setelah membelah jalanan selama hampir empat puluh lima menit, Arga tiba di apartemennya. Gegas pria itu menuju unitnya. Saat tiba di depan pintu, Arga menekan bel, berharap sa

