Annisa mencari jalan keluar lain agar ia bisa pergi dari tempat itu. Satu-satunya jalan keluar yang bisa digunakan adalah jendela kecil di dinding itu. Cukup tinggi, tapi itu cukup untuk membuat ya keluar dari gubuk itu. Annisa masih ingat dengan jelas bagaimana seseorang menculik calon mertuanya itu di hadapannya. Padahal wanita paruh baya itu hanya ingin mengantarnya hingga mendapatkan angkutan umum menuju asrama. Jika ia mengetahui akan mendapatkan kemalangan seperti ini, ia pasti akan menerima penawaran Mama Rheina nya itu untuk mengantarnya. Dasar Annisa keras kepala. Dan akibat dirinya yang keras kepala itu membuat orang lain dalam bahaya. Annisa sempat bertanya-tanya, di mana orang-orang itu menyekap Rheina. Namun, misi pertamanya sekarang adalah keluar dari bangunan kumuh itu. A

