“Nisa?” Annisa tak menjawab. Gadis itu tampak menghindari orang yang ditabraknya. Ia berusaha sebisa mungkin menghindari orang yang mengenalinya. Rencana untuk mengunjungi mertuanya, Annisa batalkan. Setelah mendengar pernyataan yang keluar dari mulut Arga sendiri, entah mengapa membuat Annisa sangat terluka. Padahal perasaannya pada pria itu sudah mulai tumbuh. Kini harus layu, bahkan masih belum berbunga. Pria itu mengejar Annisa yang berlari dengan wajah yang berurai air mata. Dia yakin, ada sesuatu yang tak beres. “Nis, kamu kenapa?” tanya Deksa lagi. Annisa hanya diam. Menunduk sambil menangis. Andai bisa ia menceritakan apa yang ia rasakan. Annisa kemudian memeluk Deksa. Pria itu terkejut saat Annisa mengalungkan tangannya kepada dirinya. Deksa tak membalas pelukan gadis itu. I

