Di tempat lain, seorang wanita tampak marah-marah. Wanita itu memarahi orang-orangnya yang lalai dalam menjalankan tugas. Padahal sedikit lagi rencananya akan berhasil. “Sudahlah. Paling tidak gadis itu tak kembali menemui keluarga Adipraja!” ucap wanita itu. “Maaf, Tante!” ucap dua pria muda itu. “Sudah, kalian pergilah! Doakan agar sepupumu jadi menantu Adipraja!” “Baik, Tante!” Dua orang suruhan wanita itu pun berlalu meninggalkan Vanessa di rumah mewahnya. Tak berselang lama, Elisa menghampiri mamanya yang kini tengah duduk bersantai di sofa ruang tamunya. Wanita itu tengah menikmati tehnya yang tampak masih mengeluarkan asap tipis. “Bagaimana, Ma?” Wanita paruh baya itu menggeleng. “Kamu bilang saja kalau Annisa melarikan diri karena tak mau bertemu dengan Arga.” “Apa Arga bi

