Tuh, kan! Pasti karena ada maunya. Tak membutuhkan waktu lama, makanan di piring Annisa pun tandas. Begitu pula dengan jusnya. Lebih tepatnya dihabiskan oleh Arga. “Kalau masakanmu enak seperti ini, boleh juga kalau kamu jadi istriku nanti. Memang Mama gak pernah salah memilih,” ucap Arga santai. “Ogah. Kalau seperti ini aku malah makin menginginkan perjodohan ini batal! Enak aja aku disamakan dengan juru masak aja,” ucap Annisa kesal. Gadis itu kemudian merapikan gelas dan piring bekas mereka makan. Bukan, bekas Arga makan. Pantas saja pria itu menawarkan mi instan kepada Annisa. Ternyata karena Arga ingin menghabiskan makanan di piring Annisa juga. “Udah, sana tidur. Biar gak ganggu pandangan aku,” ujar Annisa. “Apa kamu bilang? Tampan begini kamu bilang mengganggu pandangan? Hah!

