"Papa apaan, sih? Mengotori gimana? Kan kalau mereka mau begituan di sana itu hak mereka. Ngapain dibahas di sini?" gerutu Rheina membela Annisa yang wajahnya sudah memerah. "Lagian, Pa, mereka itu udah gede. Mereka udah tahu tanggung jawab mereka. Jangan disamain dengan Papa yang nyosor tanpa tahu tempat," lanjut Rheina. "Lah, kok Mama malah marahin Papa?" Revan mengerucutkan bibirnya layaknya anak kecil. "Ma, Pa, Arga sama Annisa mau ke kamar dulu," pamit Arga. "Iya. Jangan kasar-kasar, biar Mama Papa mu ini cepat dapat cucu," jawab Revan dengan sedikit berteriak. Sontak Rheina menendang kaki suaminya yang sedikit ngawur itu. "Ma, Pa, kayaknya mendingan kalian biarin dua orang itu berada di rumah mereka sendiri," ucap Arinta tiba-tiba. "Kenapa?" "Katanya Mama sama Papa pengen puny

