Seseorang menyela pembicaraan antara Jordan dan Arinta. “Siapa bilang kamu seenaknya bisa mendekati Denisha?” suara pria itu. Jordan meneguk ludahnya kasar. Suara pria itu cukup membuat nyalinya surut. Seorang kakak yang begitu posesif terhadap adiknya kini ikut bersuara. “Walaupun kamu sahabat baikku, aku gak akan membiarkan kamu mendekati Denisha,” ucap Arga dengan tegas. Arga mendekat ke arah dua orang itu. “Aku sudah berulang kali memberimu kesempatan untuk dekat dengan Denisha. Tapi kamu sudah menyiakan kesempatan itu.” Tangan Jordan mengepal, pria itu menundukkan kepalanya dalam diam. Sedikit pun pria itu tak sanggup menyangkal karena apa yang dikatakan Arga sdalah benar. Ia sudah diberi waktu berulang kali untuk dekat dengan Denisha. Namun, dirinya yang terlalu fokus mengejar A

