Arga yang tak biasanya menanyakan banyak hal saat jam kerja, sukses membuat Annisa terheran. Tak seperti biasanya pria itu menjadi banyak bicara. Reflek Annisa menyentuh dahi Arga dengan punggung tangannya. memastikan apakah suhunya hangat atau normal seperti biasanya. Arga menepis tangan Annisa yang menyentuh dahinya dalam beberapa detik. “Kamu pikir aku gila, gitu?” “E-eh. Gak gitu, Pak. Saya pikir Bapak sakit,” lirih Annisa. “Sudahlah. Sekarang kembali kerjakan tugasmu.” Arga kemudian kembali menekuri tumpukan berkas di hadapannya. Annisa melangkahkan kakinya menuju meja kerjanya yang juga ada di ruangan itu. Setelah menjatuhkan bobotnya di atas kursi kerjanya, Annisa mengirimkan pesan kepada Denisha bahwa semua baik-baik saja. Semuanya aman terkendali sehat sentosa. Sore hari s

