Arga kini sudah tiba di apartemennya. Pria itu jarang pulang ke rumah orang tuanya. Bukan karena memiliki masalah atau menghindari sesuatu. Hanya saja ia merasa tak nyaman jika melihat papa mamanya sedang ‘begitu’. Pasangan yang masih tampak muda meski usianya sudah berkepala empat. Setelah memastikan Annisa bisa memasuki asrama, Arga langsung melajukan mobilnya. Ya, meski diselimuti beragam pertanyaan mengenai pemilik mobil putih yang mengantarnya. Terbersit rasa kecewa dalam hati Arga. Meski pria itu belum menyadari perasaannya, bagaimanapun juga Arga sudah menganggap Annisa sebagai tunangannya. Di mana seharusnya Annisa menjaga dirinya agar tak sembarangan dekat dengan pria. Arga memutuskan untuk membersihkan dirinya. Berharap guyuran shower mampu membuat pikirannya lebih jernih. M

