Annisa masih berkutat dengan berkas-berkas di mejanya. Jordan tak tanggung-tanggung memberikan pekerjaan untuknya. Selama ini ia kira Jordan memiliki tugas yang ringan karena pembawaan pria itu yang tampak begitu santai. Setelah menjadi Asisten kedua, Annisa mengerti, sebanyak apa tugas dari pria itu setiap harinya. Pria itu begitu pandai mengatur waktu. Jordan begitu cekatan dalam mengatur segala urusan Arga. Pantas saja banyak orang mereka berdua adalah pasangan. Keduanya bagaikan pasangan yang tak terpisahkan. “Nis, Pak Bos masih belum balik?” tanya Jordan setelah menyelesaikan beberapa urusan. “Belum, Pak. Sedari tadi saya di sini sendiri.” “Oh, ya udah kalau begitu. Kalau pekerjaanmu udah selesai, kamu bisa pulang.” “Gimana kerjaannya bisa selesai. Berkas segini banyaknya di su

